USD jatuh apa akan jadi…


Apakah yang akan berlaku bila USD jatuh..pastinya nilai matawang ringgit juga kuat dan mahal..sama juga dengan matawang pound Egypt.Hal ini aku melihat kejatuhan dollar USD begitu rendah berbanding 2/3 bulan lepas..Kekuatan menyebelahi di Pound Britain GBP,EURO dan juga Yen Jepun.Situasi ini melihat kepada harga pasaran minyak yang naik dan juga harga pasaran emas juga naik melambung berbanding sebelum2 ini.Minggu lepas kenaikan harga minyak AS $ 97.10 per barrel/Setong ini menunjukkan permintaan bahan bakar yang cukup tinggi.

Badan Energy Information Administration (EIA), yang merupakan Bahagian dari Departement Energy AS,  menganggarkan bahawa bahan bakar di AS akan meningkat pada bulan terakhir, sehingga dipredictkan pada tahun depan harga minyak akan tetap tinggi.

Dalam laporan bulanannya EIA,  Short-Term Energy Outlook, penyebab dari gelonjak harga minyak disebabkan oleh “strong demand, limited surplus capacity, falling inventory and geopolitical concern”.

Rekod harga minyak tertinggi AS $ 97.10 per barrel, diduga kuat disebabkan oleh gejonjak geopolitik, iaitu serbuan bom di Afganistan dan serangan pada paip  minyak di Yemen beberapa waktu sebelumnya.

George Soros di New York University mengatakan bahawa kondisi ekonomi AS memerlukan baikpulih yang serius. “Aku Fikir kita sekarang sedang berada dalam kondisi slowdown, bahkan sebenarnya dalam keadaan bigger slowdown daripada yang dilihat oleh Bernanke (Ben Bernanke, Pemimpin Federal Reserve)”.

Merrill Lynch dan Citigroup

Dunia sangat dikejutkan oleh pernyataan CEO Merril Lynch & CO  yang menyatakan kerugian akibat subprime mortgage telah mencapai AS $ 8.4 milion.  Selanjutnya Citigroup, salah satu raksasa perbankan di AS  menyatakan kerugian AS $ 8 – 11 milyar.

Sampai saat ini belum jelas berapa penaksiran kerugian yang diderita oleh perbankan, tetapi menurut JPMorgan, kerugiannya boleh  mencapai AS $ 60 milion.

Alan Greenspan, mantan kepala Federal Reserve, melihat adanya stock 200.000 – 300.000 rumah yang tidak terjual, merupakan  ancaman lanjutan bagi perekonomian AS.

Diperkirakan AS $ 900 milion dana subprime mortgage telah di-securitized dalam bentuk instrument fixed-income.

Stok rumah yang tidak terjual akan menyebabkan harga rumah terus menurun, sehingga menyebabkan turunnya nilai dana subprime mortgage yang telah diubah ke instrument fixed-income.

Keadaaan ini akan menyebabkan kerugian lanjutan bagi bank-bank di AS seperti yang terjadi pada Merrill Lynch dan Citigroup.

Kita masih terus menunggu drama pernyataan-pernyataan dari dunia perbankan AS tentang kerugian-kerugian yang akibat krisis subprime mortgage.

Sementara itu,Menteri Minyak Qatar Abdullah Al-Attiyah ketika berlangsungnya conference Menteri-Menteri Minyak OPEC selasa 30 Oktober 2007 mengatakan “Please don’t blame us for $93 oil”.

Bahkan menurut Presiden OPEC, yang juga menteri pedagangan minyak UAE Dhaen al-Hamli, pergerakan harga minyak sudah diluar kemampuan control OPEC.  “The market is increasingly driven by forces beyond OPEC’s control, by geopolitical event and the growing influence of financial investor”.

Pada pertemuan tersebut, anggota-anggota OPEC setuju untuk menambah jumlah productiviti sebanyak 500,000 barrel per hari.  Tapi kelihatannya ini belum mencukupi keperluan minyak yang jumlahnya lebih besar daripada stok yang tersedia.

US $ 100 per Barrel pada Akhir Tahun 2007 ?

Jika U.S. Federal Reserve memotong suku bunga pada hari Rabu 31 Oktober 2007 , para analisis menganggarkan akan semakin melemahkan nilai tukar dollar.  Ini menjadi salah satu penyebab pemacu naiknya  harga minyak ke tingkat yang lebih tinggi.

Menurut Jochen Hitzfelt dari HVB Jerman, kondisi stagnan product minyak dunia versus permintaan yang terus meningkat akan menyebabkan harga minyak akan terus naik.

“The $ 100 mark is likely to be tested by end-2007″, katanya.

Di lain pihak, harga minyak juga masih rentan terhadap isu pertempuran antara Turki dan pemberontak Kurdi yang berterusan di Iraq, serta isu konflik antara AS dengan Iran yang merupakan negara pengeluar minyak ke-4 di dunia.

Oleh yang demikian, Ringgit kuat/mahal sebab dollar jatuh, apa yang nak dibanggakan sangat?

Pelabur luar kat Malaysia sedang risau sebab dulu kalau hantar duit daripada negara diaorang ke Malaysia nilainya bertambah banyak, sekang ni bertambah sampai bank negara terpaksa keluarkan statement tentang kenaikan ringgit bukan disebabkan pengukuhan ringgit itu sendiri tapi sebab kejatuhan dollar (makna kata bila-bila boleh jatuh balik ringgit tu)..

Bagaimana dengan Pasaran BSKL?…mana-mana bursa pun kalau pump sampai rm 20 billion akan mencanak-canak naiknya…KDNK berkembang sekitar 5-6%, kalau sampai 8% tu kira ok lah juga.

Orang kita memang suka sangat nilai RM naik/kuat. Bangga kerana nilai RM dah kukuh. Tapi tahukah kita respond pengimport luar negara. Apa impak kepada eksport negara kita. Kalau pengimport rasa barang kita dah mahal, hendak ke mereka beli barang dari kita. Apa jadi dengan harga barang kita pastinya merudum…maka terus naik je barang2 keperluan kita !!

Posted on November 8, 2007, in Catatan Pedagang Online, Dunia Yang Berkait, Ekonomi, FOREX, Forex News. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: