Wahyu Sesudah Nabi?..Apakah itu wahyu?


Wahyu adalah rahsia antara yang memberinya dengan yang menerimanya. bahan maupun proses penerimaan wahyu tersebut juga bersifat sangat rahsia. Allah berfirman: Yang maha tinggi derajat-Nya, yang mempunyai arasy dan yang memberi wahyu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nyaa33;.

Pemberi wahyu di sini dinamakan Muhiy, sedang penerima wahyu dinamakan Muha ilaih.

Dengan demikian, maka wahyu dapat dibahagikan kepada EMPAT JENIS:

Yang Pertama: Dinamakan Wahyu Ilham.

Contoh : wahyu ilham ini seperti yang diwahyukan Allah kepada lebah untuk membuat sarang di bukit, di pohon kayu dan di tempat yang dibina oleh manusia. Allah berfirman :

” وأوحى ربك إلى النحل أن اتخذي من الجبال بيوتا ومن الشجر ومما يعرشون “

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusiaa33;a33;.

Pemberian wahyu ini terjadi tanpa melalui perantaraan malaikat Jibril atau malaikat yang lain, melainkan secara langsung dari Allah kepada lebah.

Wahyu ilham dapat juga diberikan kepada manusia biasa yang bukan rasul, nabi ataupun wali. Contohnya ketika Allah mewahyukan kepada ibu Nabi Musa As. untuk menyusuinya. Allah berfirman :

” وأوحينا إلى أم موسى أن أرضعيه “

Dan kami wahyukan kepada ibu Musa: Susuilah dia !. Ini juga tanpa melalui perantaraan malaikat.

Terkadang wahyu ilham juga diberikan kepada benda-benda mati.

Contohnya ketika Allah mewahyukan kepada bumi untuk bergoncang dan mengeluarkan beban-beban beratnya. Allah berfirman:

” يومئذ تحدث أخبارها بأن ربك أوحى لها “

Pada hari kiamat, bumi menceritakan beritanya, kerana sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan kepdanya;.

Wahyu ilham ini belum berakhir setelah wafatnya Rasulullah Saw.

Buktinya: lebah sampai sekarang masih melaksanakan apa yang diwahyukan Allah kepadanya, yakni membuat sarang di tempat-tempat yang telah disebutkan di atas.

Dan bumi di hari kiamat nanti siap menerima wahyu dari-Nya untuk bergoncang dan mengeluarkan isi perutnya.

Wahyu kedua disebut dengan Wahyu Manam. iaitu mimpi orang2 yang soleh, dalam keadaan itu ia menerima wahyu berupa perintah ataupun kabar dari Allah, baik melalui perantaraan atau tidak.

Mimpi ini dinamakan wahyu juga sebab adanya rahsia di pihak pemberi dengan yang menerimanya. Wahyu manam ini tidak terputus dengan wafatnya Rasulullah Saw. sebab masih ramai orang-orang soleh yang menerima wahyu berupa ilham dalam mimpi-mimpi mereka.

Yang ketiga disebut Wahyu Risalah. Ini KHUSUS untuk para nabi dan rasul, dan inilah yang TERPUTUS setelah wafatnya Baginda Rasul Saw.

Wahyu keempat yang cukup aneh dan pemberinya bukan Allah Swt. aitu dalam firman-Nya :

” شياطين الإنس والجن يوحي بعضهم إلى بعض زخرف القول غرورا “

Sebagian daripada syaitan2 manusia dan jin mewahyukan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipua33;.

Wahyu di sini maksudnya adalah waswas dan godaan setan kepada manusia. Ertinya: syaitan juga boleh memberi wahyu. Dan wahyunya ini masih ada sampai ke saat ini. Tidak terputus oleh wafatnya Rasul.

Namun bukan hanya setan dapat memberi wahyu, Nabi pun lebih mampu memberikannya. Sebagaimana Nabi Zakaria As. mewahyukan kepada kaumnya untuk bertasbih setiap pagi dan petang. Allah berfirman :

” فخرج على قومه من المحراب فأوحى إليهم أن سبحوا بكرة وعشيا “

Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya lalu mewahyukan kepada mereka: a33;Hendaklah kalian bertasbih di waktu pagi dan petanga33;a33;.

Ternyata wahyu itu tidak seperti yang kita ketahui selama ini, iaitu terbatas antara Tuhan dengan nabi dan rasul.

Tapi juga ada wahyu antara Tuhan dengan lebah, dengan bumi, dengan manusia biasa, dan dengan orang soleh dalam mimpi.

Ada juga antara syaitan dengan manusia, dan antara manusia dengan manusia.

Semua itu belum berakhir kecuali wahyu risalah. Oleh karena itu, adakah wahyu setelah Rasulullah? Jawapannya: Masih ada! aitu wahyu ilham, wahyu manam dan wahyu keempat yang pelik itu (antara makhluk dengan makhluk). Hanya satu jenis wahyu saja yang sudah tidak ada lagi, iaitu wahyu risalah.

Tanda tanya yang mungkin timbul selanjutya ialah: Mengapa ketiga wahyu di atas diberikan secara langsung tanpa perantaraan siapapun, sementara wahyu risalah diberikan melalui perantaraan malaikat Jibril ??

Mengapa bumi, lebah dan manusia biasa dapat menerima wahyu secara langsung sementara Rasul melalui perantaraan? Yang menanyakan hal ini telah lupa kepada firman-Nya :

” ثم دنا فتدلى فكان قاب قوسين أو أدنى فأوحى إلى عبده ما أوحى “

Kemudian ia mendekat dan mendekat, maka jadilah ia dekat ujung busur panah atau lebih dekat lagi, lalu Ia mewahyukan kepada hamba-Nya apa yang Ia wahyukan (secara langsung dan tanpa perantaraan)a33;.

Oleh itu kepada kuasa allah adalah mutlak..tidak ada batasan dan tidak boleh dibataskan..maha suci allah…perlukan lagi anda menyuruh saya mengkaji kebenaran dari bukhari/muslim tentang kewajipan mencium hajar aswad ? siapa itu bukhari…siapa itu muslim…wahyu allah tidak terhenti dimana2 timur barat utara selatan..kepada sesiapa saja dikehendaki allah boleh memberi wahyu..!!! Wala haula wala quwwata illa billah

Sumber rujukan penulis terdiri daripada :

1-Sesi pengajian Sidi Syeikh Mukhtar Ali Muhammad aldDusuqi dalam Kaedah Ayyu Sual..

2. Akhbar Shautul-Ummah Mesir, edisi 2 Desember 2002,

3. Dan lain-lain.

About these ads

Posted on November 7, 2007, in Kajian, Sufi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: